Kamis, 30 Mei 2013

cara melatih burung merpati kolongan

burung merpati kolongan
cara melatih burung merpati kolongan : Merpati kolongan merupakan suatu bentuk seni dalam hobi merpati. kita mengetahui bahwa seni bermain merpati banyak jenisnya, banyak pertanyaan dari para sahabat-sahat pecinta burung merpati kolongan khusunya yang ada di gelanggang lampung. permainan merpati kolongan / kalangan merupakan ajang kompetisi baik si merpatinya sendiri juga pemilik guna menilai seberapa besar kemampuan serta pengalaman kita didalam dunia merpati ini, berikut dibawah ini cara melatih burung merpati kolongan
  1. Latihnya pertama kali main line ( garis ) terlebih dahulu.
    Sendiri terlebih dahulu sampai kira kira 300m bahkan kalo lancar sampai 1,2 Km Tetap Sendiri Kecuali Susah di Unthuli (pakai Burung Pelatih).
  2. Kemudian Sesekali gandeng dengan burung tinggian. ( karena burung kolong murni butuh tinggi ) tidak seperti daerah jawa tengah bagian barat atau pun beberapa tempat lainya burung kolong kok terbangnya rendah) karena ini bisa mengalahkan burung jabay sekalipun. dapa saat melawan burung jablay akan di angkat terbang dan alhasil, burung jablay Keok.
  3. Kemudian lepas sendiri sampai 1 KM supaya melatih memory otak burung merpati tersebut. ( kalo burung kolong itu harus lurus sampai lapak ).
  4. kemudian tarik kembali dara awal lagi jangan langsung jauh lagi supaya mau naik dan tinggi.
    Gandengkan dengan unthul ( burung jadi tinggi ) supaya ngikut tinggi.
  5. Trik Selanjutnya yang perlu di perhatikan Misalkan hari Senin,selasa,rabu jangan di masukan kenapa karena lomba biasanya kalo tidak hari sabtu ya minggu. jadi biasakanlah untuk memasukan ke kolongnya hari jumat, sabtu dan minggu.
  6. tinggi pal tiang biasanya 8M standard dari atusan persatuan merpati indonesia. nah kita buat lapak tinggi palnya 9m bila perlu 10M dikarenakan apa jika kita sudah biasa melatih tinggi pal tiang diatas 8M berati kita jika mengikuti lomba burung kita sudah biasa masuk diatas 8M, berarti enteng untuk burung masuk tinggi tiang pal 8M.
  7. Carilah burung perempuan yang cepet bertelor supaya sering main/dilatih.
    Jika memungkinkan carilah burung beda warna atau warna betina tidak standard, burung yang jarang sekali warnanya adalah burung dengan warna bule ini bisa jadi alternatif kenapa karena warna ini jarang sekali ada burung berwarna bule, kentunganya adalah jika meleset atau kabur susah di tangkap sama orang.
  8. jangan sampai di suruh mengerami sampai mecah telornya tenaga akan berkurang jika sampai jadi anak apalagi tenaga akan terkuras alhasil susah untuk menang lomba.


JENIS MERPATI HIAS

Jenis Burung Merpati 

Berikut ini saya sajikan tulisan mengenai jenis-jenis merpati, utamanya yang populer dewasa ini.
1. Homer:
Berasal dari burung liar yang dikenal dengan nama Columbian livia. Setelah dijinakkan burung tersebut dikenal sebagaiRacing Homer – dapat kita sebut sebagai “merpati pos” aduan. Dari jenis Racing Homer ini kemudian muncul beberapa jenis merpati, antara lain:
Homer pameran (Exhibition Homer) yang dikembangkan sejak 1990 sebagai burung pameran.
German Beauty Homer yang dikembangkan di Jerman sejak 1907 sebagai burung pameran. Burung ini mirip dengan Racing Homer tetapi lebih ramping.
Giant Homer yang dikembangkan di Amerika Serikat untuk mendapatkan burung yang berbadan besar dan memiliki kemampuan memproduksi anak yang banyak. Burung ini ditujukan untuk keperluan konsumsi.
Racing Homer dikembangkan dewasa ini di Belgia dan Inggris. Sejak lama barung ini digunakan sebagai pengirim berita dan kini dikembangkan dengan penyilangan terhadap
burung-burung yang kecepatannya tinggi karena sasaran utamanya adalah kecepatan. Dengan demikian, warna, bentuk dan besarnya menjadi nomer dua.
2. Tumbler
Oleh orang Belanda burung ini dikenal sebagai Tuimelaar. Burung ini punya keistimewaan terbang dari ketinggian tertentu akan turun ke ketinggian tertentu dengan melakukan serangkaian salto atau jungkir balik di udara. Semula burung ini merupakan burung olahraga tetapi kemudian menjadi burung untuk pameran.
Merpati-merpati jenis tumbler:- English shortfaced tumble: merupakan burung yang kecil, padat, dengan leher jenjang mungil tetapi dengan dada yang kokoh. Dalam keadaan berdiri biasa, ujung sayapnya akan menggantung lebih rendah dari kedudukan ekor – ini merupakan ciri yang menonjol. Selain itu bagian muka dari kepalanya menonjol agak jauh ke depan daripada paruhnya yang pendek. Dengan dipelihara untuk keperluan pameran, maka kemampuannya untuk terbang tinggi dan jungkir balik pun hilang. Burung diternakkan dengan berbagai variasi warna.
- Birmingham Roller: dikembangkan di Birmingham (Inggris) sebagai burung yang memiliki keistimewaan terbang. Kemampuannya untuk jungkir balik dan berputar-putar di udara menjadi sasaran utama pemeliharanya. Burung ini mampu untuk jungkir balik (trumble), termasuk salto ke belakang dan berputar-putar (spin) dengan kecepatan tinggi sekali. Dan itu dilakukan mulai ketinggian yang cukup tinggi (burung mampu terbang tinggi) dan berakhir setealh berada pada ketinggian yang rendah. Kemampuan ini telahg menjadi acara pertandingan yang menarik bagi para penggemarnya. Tetapi Birmingham Roller juga menjadi burung yang dipamerkan bahkan cara-cara penilaiannya pun telah dibakukan.
- Flying Tipller: merupakan burung yang diekambangkan dari Flying Tumbler. Burung ini dipelihara karena kemampuannya terbang yang lama. Jenis yang baik akan mampu terbang terus-menerus selama 20 jam.
- Parlour Tumbler: juga disebut Ground Tumbler atau House Tumbler. Burung ini diternakkan karena kemampuannya lombat ke udara, melakukan salto sekali atau dua kali ke belakang, dan kedua kakinya hinggap kembali ke tempat semula.
3. Cumulet:
Burung ini merupakan jenis tumbler dari Perancis yang mampu terbang tinggi dan juga merupakan salah satu nenek moyang dari jenis Racing Homer. Burung ini berbadan sedang tetapi serasi, dengan dada bidang, sayapanya panjang dan kokoh, kaki agak pendek. Umumnya warna bulu putih, dan ada yang memiliki bintik-bintik merah di kepala atau leher.





4. Flight:
Burung ini dikembangkan di Amerika dan merupakan ras tersendiri. Dari kelompok ini ditemukan burung yang dikenal dengan nama Domestic Flight. Burung ini mampu terbang tinggi, dengan ukuran badan sedang, paruh tampak memannjang dan kepala ramping berjambul, tetapi ada pula yang tidak. Matanya putih dengan lingkaran tengah dari mata (selaput mata) bagus. Dan inilah letak rahasia kemampuannya melihat jauh saat merpati terbang tinggi.
Selain itu ada juga burung yang diberi nama Show Flight. Burung ini mempunyai badan yang lebih gemuk dan kepala lebih besar daripada jenis Domestic Flight. Burung ini diternakkan karena kemampuannya terbang tinggi dan memiliki keindahan yang dapat dijadikan sarana untuk dipamerkan. Kedua macam burung ini diternakkan dengan warna hitam, kuning, merah dan abu-abu cokelat.

Jenis Umum Merpati

Demikian sejumlah jenis merpati yang popular saat ini. Namun jika kita menengok lebih jauh, maka merpati sebenarnya bisa dibedakan berdasar ukuran badan, bentuk badan, dan warna bulu.
Berdasar ukuran badan

1. Carrier
Sering disebut English Carrier, berasal dari Bazora Persia. Awalnya adalah burung pembawa berita, tetapi kemudian kalah tenanr dibandingkan Racing Homer. English Carrier punya ciri bulu keras dan rapat ke badan, pial paruh berwarna putih, bisa membesar sebesar biji kemiri, dan baru berhenti setelah usia 3 tahun. Kelopak mata dikelilingi pial dalam bentuk lingkaran yang besar. Tinggi 45-48 cm, berat 500-650 gram. Warna hitam, merah, kuning, putih, dan ada yang berpita biru.







2. Carneau
Burung konsumsi dari Belgia Selatan atau Perancis Utara, berat 750 gram dan bisa mencapi 1 kg.








3. Strasser
Dikembankan di Austria sebagai burung konsumsi tetapi kalah popular disbanding Carneau. Strasser hamper menyerupai merpati Gazzi Modena. Kepala, leher, sayap dan ekor dapat memiliki berbagai warna dengan badan berwarna putih.










4. Mondaine
Keturunan merpati Perancis dan Italia sebagai burung konsumsi. Berpenampilan menarik tetapi untuk burung konsumsi kalah populer disbanding burung lain.










Berdasar bentuk badan:

1.Kipas (Fantail)

Berasal dari India dan Cina. Tanda mencolok ekornya menyerupai kipas. Tetapi karena ekor panjang, kita harus sering memotongnya agar bisa kawin. Kelemahan burung ini, harus dicarikan indukan lain untuk mengasuh anak.








2. Jacobin
Diberi nama seperti itu karena bulu-bulu yang mengitari kepalanya menggambarkan topi yang dipakai pendeta-pendeta Jacobin. Burung diternakkan dengan warna putih, jitam, biru, perak, merah dan kuning.












3. Frillback
Burung yang istimewa tetapi kurang popular. Merpati ini berbulu ikal di bandan dan sayap, sehingga ditemukan adanya bulatan-bulatan kecil bagaikan bulu. Ada yang jambul ada yang tidak. Burung yang baik harus punya ikal yang kokoh. Warna ada yang hitam, putih, kebiruan, kemerahan, kekuningan. Yang kemerahan dan kekuningan dianggap sebagai bentuk yang baik.





4. Cropper
Bersanak dekat dengan pouter. Keduanya menjadi keluarga besar, dengan cirri-ciri hampir sama. Salah satu cropper yang terkenal adalah English Cropper. Tembolok besar, berdirinya tegak, badan dan pnggang langsing dengan kaki panjang. Termasuk merpati yang tinggi karena bisa setinggi 50 cm dari kepala sampai kaki. Pada tembolok merpati ini ada gambar bulan sabit dengan kedua ujung bertemu di dekat kedua matanya. Ujung sayap, bagaina bawah badan, kaki dan bulu-bulu putih di sayap menggambarkan bintik-bintik seperti bulu.
Jenis lain dari Cropper adalah Pouter yang mudah dijinakkan dan menyenangkan. Jenis lainnya adalah Holle Cropper yang berbentuk seperti merpati kipas, tetapi tidak berekor kipas. Jenis lain Cropper adalah Valencia Cropper yang bertembolok menggantung, mengembang seakan dibusungkan.
Berdasar warna bulu
1. Modena
Diambil dari nama kota tempat dia berasal. Terkenal sebagai merpati ternak yang baik. Yang terkenal dari jenis ini adalah Gazzi Modena dengan badan putih serta kepala, sayap dan ekor berwarna-warni. Termasuk merpati kecil dengan ukuran panjang 25 cm, tetapi padat gemuk (buntek) dan bergaya anggun.








2. Florentine
Berasal dari Florence, Italia. Berbentuk seperti ayam betina. Terkenal di Eropa sebagai burung pameran, tetapi bisa masuk sebagai burung konsumsi karena bisa mencapai berat 500-800 gram). Kepala, sayap dan ekor berwarna-warni dengan badan putih.






3. Lahore
Di Pakistan dan sekitarnya dikenal dengan nama Shiraz (kota tempat burung berasal). Leher, perut, dada dan ekor berwarna putih. Kepala, pinggang dan sayap bisa berwarna lain. Kaki bisa berbulu semua tetapi ada yang polos. Bisa dimasukkan sebagai merpati konsumsi karena badannya besar. Diternakkan dengan bulu beraneka warna.








4. Oriental Frill
Sangat menawan hati, berasal dari Turki, dengan jenis banyak sekali tetapi yang paling populer adalah Satinette yang mempunyai badan berwarna putih dengan garis-garis pada bahu, sayap, dan ekor warna hitam, biru dan abu-abu cokelat. Bagian sayap untuk terbang berwarna putih. merpati ini punya bulu balik di daerah dada. Karena pandai membesarkan anak, jenis ini sering digunakan untuk “orang tua asuh”.
Ada pula merpati dengan sebutan terkenal Owl yang dikenal di Indonesia dengan nama Meeuw. Kekhususannya adalah berparuh pendek, pial dan kepala membentuk bulatan. Ada berbagai jenis dari merpati ini. Berbeda dengan Oriental Frill, kepala Owl biasa saja tanpa jambul. merpati ini tidak pandai membesarkan anak.
 http://dunia-merpati.blogspot.com/2012/06/jenis-merpati-hias.html
 
 http://koleksi-foto-gambar.blogspot.com/2010/11/koleksi-gambar-burung-merpati-hias.html
Koleksi Gambar Jenis Burung Merpati Hias
Burung Merpati Hias Maltese Putih
Koleksi Gambar Burung Merpati Hias
Burung Merpati Hias Maltese Abu-abu
Koleksi Gambar Burung Merpati Hias
Burung Merpati Hias King Putih
Koleksi Gambar Burung Merpati Hias
Double Cab Hitam
Koleksi Gambar Burung Merpati Hias
Double Cab Coklat
Koleksi Gambar Burung Merpati Hias
Koleksi Gambar Burung Merpati Hias
Burung Merpati Hias Jacobin
Koleksi Gambar Burung Merpati Hias

Burung Merpati Hias Satinettes











Koleksi Gambar Burung Merpati Hias

Rawatan plus-plus untuk merpati tinggi & balap

Rawatan plus-plus untuk 
merpati tinggi & balap Jangan menyangka kuning telur bebek hanya bisa mendongkrak stamina manusia saja. Merpati tinggi maupun merpati balap yang rutin digelontor “doping alami” pun bisa terdongkrak staminanya, dan siap menjadi pembalap unggulan di lapangan. Apalagi jika ditambah dengan rawatan plus-plus, dan tentu saja latihan teratur, maka performanya sebagai pembalap andalan dipastikan akan meningkat pesat.
Pembalap andal lahir dari 
perawatan dan latihan rutin.
Pembalap andal lahir dari perawatan dan latihan rutin.
Kompetisi merpati tinggi dan merpati balap kini sedang memasuki tahap awal. Sepanjang tahun akan terus berpacu dengan lawan-lawannya di wilayah tertentu. Ini untuk gelaran resmi, baik yang berada di bawah naungan PPMBSI maupun PMTI. Padahal di luar gelaran resmi, kompetisi antarkampung pasti tak kalah seru.
Diperlukan persiapan ekstra untuk mempersiapkan pembalap-pembalap andalan Anda, baik di Blok Barat, Blok Tengah, maupun Blok Timur. Setidaknya ada dua komponen penting untuk melahirkan merpati jawara, yaitu faktor genetik (trah juara) dan faktor lingkungan (terutama masalah perawatan, pakan, dan kesehatan).
merpati tinggian4Nah, bagi penggemar merpati tinggi dan merpati balap, berikut ini tips rawatan plus-plus untuk pembalap Anda :
  • Pukul 07.00, burung merpati tinggian dimandikan dengan cara disemprot. Jika Anda memiliki lebih dari seekor, aktivitas ini bisa dilakukan pada waktu yang sama.
  • Setelah disemprot, burung langsung dijemur hingga pukul 10.00.
  • Saat dijemur, para pembalap bisa diberi suplemen penambah darah yang biasa dikonsumsi manusia. Lebih baik lagi jika diberikan produk khusus merpati, seperti PigeonVit, yang merupakan multivitamin khusus untuk merpati balap, baik merpati tinggi maupun balap, yang akan membuat burung menjadi giring dan keket.
  • Usai penjemuran, burung diistirahatkan dulu di dalam kandang.
  • Pukul 13.00, pembalap mulai dikeluarkan lagi untuk melakukan latihan.
  • Sekitar pukul 17.00, atau sepulang latihan, merpati diberi makan berupa jagung dan sedikit beras merah.
  • Pukul 21.00, setiap burung dicekoki dengan 2 butir minyak ikan.
  • Pemberian kuning telur bebek bisa dilakukan 2x dalam seminggu, misalnya Senin dan Kamis. Usahakan pemberian dilakukan pada malam hari, agar efeknya lebih terasa (karena burung sudah tidak melakukan aktivitas lagi). Kuning telur bebek dicampur dengan sedikit madu, kemudian diaduk hingga rata, dan bisa diberikan untuk tiga ekor burung.
  • Seminggu sekali, burung dimandikan dengan menggunakan godokan air daun sirih. Gunakan godokan ini jika kondisinya sudah dingin. Setelah itu dijemur. Menjelang bulunya kering, semprotkan larutan FreshAves ke  seluruh bulu-bulu tubuhnya.
    Untuk membuat larutan ini, campurkan 5 gram serbuk FreshAves ke dalam 1 liter air, masukkan ke sprayer, dan langsung semprotkan ke seluruh tubuh merpati (aman, tanpa efek samping). Hal ini untuk memastikan tidak ada kutu dan tungau yang menempel pada bulu dan kulitnya. Sebab, sehebat apapun kualitas pembalap, jika pada bulu dan kulitnya terdapat kutu / tungau, pasti akan mengganggu kecepatannya.
Dengan perawatan dan latihan yang teratur, merpati tinggi maupun sprint akan mengalami kemajuan dalam prestasinya. Umpama belum dapat mengalahkan lawan tertentu, setidaknya terjadi peningkatan kecepatan dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya.
Semoga bermanfaat.

Salam sukses, Salam dari Om Kicau.
http://omkicau.com/2013/02/26/rawatan-plus-plus-untuk-merpati-tinggi-balap/

Pakan dan Perawatan Merpati Tinggi

Pakan merupakan sumber energi bagi semua merpati tinggi. Asupan pakan yang sesuai memperkuat daya tahan tubuh seperti pada olahragawan. Secara alami anggota keluarga columbidae itu sangat menyukai biji-bijian seperti jagung.
Jagung yang diberikan tidak sembarang. Ia bukan jagung pipilan biasa, tetapi jagung madura. Sepintas jagung ini mirip dengan jagung biasa tetapi ukurannya lebih kecil sesuai dengan ukuran mulut merpati. Setidaknya merpati dewasa perlu pakan 37 gram per ekor, remaja 25 gram dan anakan 5-10 gram per ekor.
Pakan diberikan pada pagi dan sore seusai berlatih. Jagung yang kotor lantarana diberaki harus diganti karena menjadi sumber penyakit burung merpati .
Agar tetap fit, asupan vitamin dan mineral terkadang perlu diberikan. Terutama setelah berlatih atau berlomba ketika nafsu makan di merpati berkurang. Bila vitamin berupa tablet bisa langsung dilolohkan ke paruh. Namun bila sediaannya serbuk, campurkan bersama air minum.
Para penangkar juga sering menggunakan bahan tradisional untuk menjaga vitalitas merpati balap. Contoh, kunyit sebagai antibiotik, penghilang lelah dan menambah nafsu makan. Rimpang kunyit biasanya dipotong kecil kemudian disangrai (sangan) dan dilolohkan. Tetapi agar khasiatnya lebih bagus, campurkan dengan telur dan madu.
Sayang, perlakuan itu lebih banyak dinikmati pejantan. Betina kelepekan jarang diperhatikan padahal ia juga butuh pakan bagus untuk menjaga stamina. Bila betina tidak diberi perlakuan serupa, kesehatnnya akan terganggu dan nafsu kawinnya menurun. Lama kelamaan kesehatan betina drop.
Kebanyakan penangkar justru menggonta-ganti betina. Hal ini tidak dianjurkan lantaran si jantan akan merasa kehilangan pasangan sebelumnya.

 FAKTA TENTANG MERPATI


SETIAP orang, rasa-rasanya kenal yang namanya merpati, burung yang saat ini dapat ditemukan di mana-mana. Burung merpati dapat ditemukan di kota-kota, desa-desa, dan juga di alam liar. Burung merpati yang dimaksud di sini adalah burung yang telah didomestikasi (dibudidayakan) oleh manusia, yaitu dari jenis merpati karang (rock pigeon, Columba livia).  Burung ini sebenarnya sangat popular, karena keterkaitan kehidupannya dengan manusia yang telah berlangsung sejak ribuan tahun yang lalu, baik untuk kesenangan (pets), untuk konsumsi (foods), olahraga (sports), maupun untuk mengerjakan hal tertentu (seperti mengantar surat, carriers – sehingga dikenal adanya “merpati pos”).

Merpati Karang – Biru lurik dengan bar hitam di sayap

Merpati Karang – Bercak abu-abu tanpa bar di sayap

Merpati Karang – Coklat keunguan tanpa bar, bulu sayap keputihan

Merpati Karang – Hitam abu-abu dengan bar hitam di sayap
Keunikan Merpati
BURUNG ini memang hewan yang tergolong luar biasa, malah dapat dikategorikan “mencengangkan”. Banyak sekali fakta yang dapat ditemukan terkait kehidupan burung merpati ini, yang dapat dikatakan unik. Fakta ini berhubungan dengan kemampuan dan karakter merpati sebagai suatu species burung, dan juga dalam interaksinya dengan manusia.  Beberapa fakta dan keunikan tersebut, antara lain:
  • Nama, secara umum dikenal dengan sebutan Merpati, Burung Dara, Jangang-jangang – Rock Pigeon, Rock Dove – dan secara ilmiah diberi nama jenis Columba livia (Famili Columbidae – yang beranggotakan lebih dari 300 jenis).
  • Jumlah ragam atau varietas, saat ini dipekrirakan antara 400-600 varietas (baik yang telah memenuhi standar maupun yang sifatnya lokal) yang berada dalam pemeliharaan/ditangkar – sedangkan khusus untuk merpati karang, selain dipelihara, juga mereka hidup sebagai burung liar, atau setengah-liar (feral).
  • Asal burung merpati adalah Eropa, Afrika (Utara) dan Asia.
  • Habitat merpati umumnya pada daerah pesisir, tetapi sekarang hampir dapat ditemukan di semua ruang habitat, terutama yang berhubungan dengan tempat tinggal manusia.
  • Penyebaran merpati secara global, saat ini ditemukan di hampir semua belahan bumi, kecuali di Gurun Sahara, Antartika dan Dataran Tinggi Arktik. Ada informasi bahwa populasi merpati di Eropa saat ini mencapai 20-30 juta individu.
  • Ukuran fisik  merpati umumnya dengan panjang badan 32-38 cm, bentang sayap 60-70 cm, berat sekitar 0,37 kg, dengan warna bulu yang bervariasi  – yang asli berwarna gelap keabu-abuan dan kebiru-biruan, iris mata coklat, paruh abu-abu gelap dengan cere keputihan, sedang kaki dan betis kemerahan, memiliki dua garis-warna pada sayap (bar), dengan bulu punggung (bagian bawah) berwarna putih. Pada merpati hias, ada laporan yang menyebutkan bahwa sekarang ditemukan 28 ragam warna (sebenarnya morphs) merpati, tetapi menurut Pigeon Watch Projects, hanya terdapat tujuh morphs.
  • Reproduksi merpati, mulai berkembang biak pada usia enam bulan, tercatat berkembang biak sepanjang tahun, dan diketahui bersifat monogami, sarang dibuat dengan material ranting-ranting yang disusun kasar dan agak datar (ditempatkan di ceruk-ceruk tebing atau lubang-lubang ventilasi gedung), dengan 1-2 butir telur berwarna putih, dan dierami oleh kedua induk selama 17-19 hari, dengan masa asuh piyik sekitar 30 hari.
  • Makanan terutama berupa biji-bijian, tetapi akan sangat bervariasi sesuai dengan kondisi habitat yang ditempati – ada informasi  bahwa beberapa kelompok merpati juga memakan serangga.
  • Usia burung merpati antara 3-6 tahun, dan dapat mencapai 15 tahun – bergantung pada banyak faktor dan campur-tangan manusia.
  • Predasi, di alam tidak terlalu banyak, tapi ancaman pemangsa terutama dari beberapa jenis burung elang dan kucing.
  • Kemampuan terbang, tercatat pada ketinggian 6.000 kaki atau lebih, dengan kecepatan terbang rata-rata 77,6 km/jam (ada yang mencapai 92,5 km/jam).
  • Jarak tempuh dalam penerbangan rata-rata 600-700 mil/hari, dengan penerbangan terjauh tercatat selama 55 hari, antara Afrika-Inggris yang berjarak sekitar 7.000 km.
  • Merpati menentukan arah dengan mendeteksi dan merasakan medan magnet bumi atau menggunakan matahari sebagai panduan arah – dari hasil penelitian diketahui bahwa merpati juga menggunakan gelombang frekuensi rendah dan bahkan seismik untuk menemukan ‘jalan pulang’.
  • Merpati minum dengan cara menghirup air dan memanfaatkan paruhnya sebagai sedotan tanpa mengangkat kepala – berbeda dengan burung lain, yang umumnya selalu mendongakkan kepala/menegakkan leher ketika menelan air.
  • Merpati dapat melihat dan membedakan warna – dan bahkan dapat melihat sinar ultraviolet, bagian dari spektrum yang tidak dapat dideteksi oleh mata manusia – sehingga merpati cukup sering dimanfaatkan dalam misi pencarian karena indranya yang unik dan pandangan mata yang sangat baik.
  • Merpati telah lulus ‘tes cermin’, yaitu kemampuan untuk mengenali refleksi dirinya di cermin (tidak menganggap bayangannya sebagai individu lain) – merpati termasuk dalam 16 jenis hewan (non-mamalia) yang memiliki kemampuan ini.
  • Merpati diketahui sangat cerdas, mampu mengenali semua (26) abjad serta mampu membuat konsep – dapat mengenali  gambar dalam foto bahkan membedakan dua gambar manusia dalam foto.
  • Dari berbagai sumber, saat ini diketahui sebanyak 400-600 variasi merpati, yang merupakan tunjukan gene-lokal maupun karena hasil pemuliaan.
Leluhur Merpati Hias
SELAIN fakta-fakta di atas, juga telah dipastikan bahwa merpati karang (Columba livia) ini merupakan “induk” dari semua merpati hias yang ada saat ini. Berbagai bukti ilmiah dan historis menunjukkan bahwa merpati hias memang diturunkan dari merpati karang, melalui perjalanan panjang – untuk menciptakan kultur genetika yang unggul dan diinginkan. Kegiatan pengembangbiakan merpati hias melalui persilangan, sudah dilakukan sejak lama, yang antara lain didasarkan pada prinsip-prinsip genetika George Mendel, serta teori generalistik dari Charles Darwin. Di Eropa dan Amerika, muncul  cukup banyak penangkar (breeder) merpati hias yang andal.
Sampai hari ini, merpati karang sebagai leluhur merpati hias, telah menghasilkan ribuan variasi, walaupun tampak memang hanya sekitar 400-600 yang diakui. Namun demikian, varietas merpati yang dapat ditemukan dewasa ini, terutama yang menunjukkan karakteristik lokal, sesungguhnya jauh lebih banyak. Dan nilai kemanfaatan yang didapatkan oleh manusia juga sangat besar, baik dari segi ekonomi, sains, estetika, dan kultural.
http://www.google.com/imgres?imgurl=http://harepigeonnotes.files.wordpress.com/2012/04/rock-pigeon3.jpg&imgrefurl=http://harepigeonnotes.wordpress.com/2012/04/11/fakta-tentang-merpati/&usg=__ayKlnhAmlD9ojvHcr312I6-NI-s=&h=683&w=1024&sz=126&hl=en&start=6&sig2=JygiaqSkhRQmIzJuIIEMyg&zoom=1&tbnid=amrROYTf_4PBDM:&tbnh=100&tbnw=150&ei=gwGoUeL-DMrVrQf--oD4Aw&prev=/search%3Fq%3DTENTANG%2BMERPATI%26sa%3DX%26tbm%3Disch%26prmd%3Divns&itbs=1&sa=X&ved=0CDYQrQMwBQ

Misteri 'alat navigasi' burung Merpati

Terbaru  31 Januari 2013 - 09:39 WIB
Burung merpati
Burung merpati sebagian besar memiliki jalan kembali ke rumah mereka.
Misteri tentang kemampuan burung Merpati untuk kembali ke 'rumah' mereka kemungkinan telah terpecahkan.
Selama beberapa tahun, para ahli telah berupaya untuk mencari tahu 'alat' navigasi yang digunakan oleh burung Merpati, yaitu dengan menggunakan suara berfrekuansi dalam perjalanan mereka.
Dalam penelitian baru ini, para ahli berupaya untuk mencari tahu mengapa merpati tak dapat menemukan jalan 'pulang' di sejumlah lokasi di negara bagian New York.
Penelitian baru menemukan bahwa burung-burung yang menggunakan suara berfrekuensi rendah, tak dapat mendengar bebunyian pada lokasi tersebut.
Studi ini dipublikasikan dalam Jurnal Experimental Biology.
Kepala penelitian, Dr Jonathan Hagstrum, dari Survei Geologi AS, mengatakan burung-burung tersebut menciptakan 'peta akustik' lingkungan sekitar mereka.
Tetapi sejumlah peneliti lain mengatakan teori itu merupakan kontroversial dan masih banyak perdebatan mengenai bagaimana navigasi yang dimiliki oleh burung merpati itu bekerja secara efesien.

Menangkap merpati

Teka-teki tentang Merpati yang hilang ini dimulai pada 1960an.
Professor Bill Keeton dari Universitas Cornell berupaya untuk memahami kemampuan merpati untuk mencari jalan kembali ke tempat yang pernah mereka kunjungi.
Dia melepaskan sejumlah burung di negara bagian New York, tetapi mendapati bahwa burung yang diterbangkan di Jersey Hill, dekat Ithaca, menjadi disorientasi dan terbang tanpa tujuan.
Kejadian ini terjadi berulang kali, terpisah dari sebuah peristiwa pada 13 Agustus 1969, dimana burung dapat kembali lagi ke tempat mereka.
"Burung terbang dengan menggunakan kompas dan peta. Kompas yang digunakan biasanya adalah posisi Matahari dan ladang magnetik Bumi, tetapi peta yang digunakan tidak diketahui selama beberapa dekade," jelas Dr Hagstrum
"Saya telah menemukan bahwa mereka menggunakan suara sebagai peta mereka... dan ini akan menjelaskan mereka berhubungan dengan rumahnya."
Merpati, kata dia, menggunakan "bunyi infra", yang merupakan suara dengan frekuensi sangat rendah yang tidak ditangkap oleh alat pendengaran manusia.
Dia menjelaskan: " Suara asli samudera. Gelombang di laut dalam mempengaruhi dan mereka menciptakan suara diantara atmosfir dan Bumi. Anda dapat mengambil energi ini dimanapun di Bumi, bahkan di pusat daratan."
Dia meyakini ketika burung dilepaskan di wilayah yang tidak dikenalnya, mereka mendengarkan tanda dari sinyak bunyi infra dari rumah - dan kemudian menggunakannya untuk menentukan sikap mereka.
Bagaimanapun, bunyi infra dapat dipengaruhi oleh perubahan di atmosfer.
Dr Hagstrum menggunakan data temperatur dan angin ketika eksperimen berlangsung beberapa kali untuk menghitung bahaimana suara dapat berpindah dari tempat awal Merpati ke Jersey Hill.
"Struktur suhu dan angin di atmosfer di atas New York telah berbelok dan diatas Jersey Hill," jelas dia.
Artinya burung ini tak dapat mendengarnya dan tersesat - berbeda dengan hari-hari ketika burung mencari jalan pulang mereka.
Dr Hagstrum mengatakan bahwa bunyi infra yang terganggu dapat menjelaskan teka-teki cara burung untuk mencari jalan pulang, ketika sejumlah burung merpati tersesat ketika mencari jalan pulang.
http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/01/130131_pigeon.shtml

Kamis, 16 Mei 2013

Bagaimana Burung Merpati Tahu Jalan Pulang ?

 
Burung merpati atau burung dara merupakan burung peliharaan istimewa, karena dilepas di mana pun bisa menemukan jalan pulang ke rumahnya. Tak heran, burung merpati selama berabad-abad dijadikan burung pos pengantar surat.

Selama berpuluh-puluh tahun ilmuwan mencari tahu sistem navigasi yang dikembangkan pada hewan ini. Apakah hewan ini bisa merekam peta bumi layaknya google map?
naturemappingfoundation.org
Belakangan baru terungkap mereka mengembangkan sistem peta akustik. Dalam Jurnal Experimental Biology, Kepala penelitian, Dr Jonathan Hagstrum, dari Survei Geologi AS, mengatakan burung-burung tersebut menciptakan peta akustik lingkungan sekitar mereka. Walaupun hipotesa ini masih jadi bahan perdebatan diantara ahli.

Bagaimana metode penelitiannya?

Professor Bill Keeton dari Universitas Cornell berupaya untuk memahami kemampuan merpati untuk mencari jalan kembali ke tempat yang pernah mereka kunjungi. Dia melepaskan sejumlah burung di negara bagian New York, tetapi mendapati bahwa burung yang diterbangkan di Jersey Hill, dekat Ithaca, menjadi disorientasi dan terbang tanpa tujuan.

Kejadian ini terjadi berulang kali, terpisah dari sebuah peristiwa pada 13 Agustus 1969, dimana burung dapat kembali lagi ke tempat mereka. "Burung terbang dengan menggunakan kompas dan peta. Kompas yang digunakan biasanya adalah posisi Matahari dan ladang magnetik Bumi, tetapi peta yang digunakan tidak diketahui selama beberapa dekade," jelas Dr Hagstrum

"Saya telah menemukan bahwa mereka menggunakan suara sebagai peta mereka... dan ini akan menjelaskan mereka berhubungan dengan rumahnya. "Merpati, kata dia, menggunakan "bunyi infra", yang merupakan suara dengan frekuensi sangat rendah yang tidak ditangkap oleh alat pendengaran manusia.

Dia menjelaskan: " Suara asli samudera. Gelombang di laut dalam mempengaruhi dan mereka menciptakan suara diantara atmosfir dan Bumi. Anda dapat mengambil energi ini dimanapun di Bumi, bahkan di pusat daratan."

Dia meyakini ketika burung dilepaskan di wilayah yang tidak dikenalnya, mereka mendengarkan tanda dari sinyak bunyi infra dari rumah - dan kemudian menggunakannya untuk menentukan sikap mereka. Bagaimanapun, bunyi infra dapat dipengaruhi oleh perubahan di atmosfer.

Mengapa beberapa burung yang dilepas tak bisa kembali pulang ke New York ? "Struktur suhu dan angin di atmosfer di atas New York telah berbelok dan diatas Jersey Hill," jelasnya. Artinya burung ini tak dapat mendengarnya dan tersesat. Bunyi infra yang terganggu dapat menjelaskan teka-teki cara burung untuk mencari jalan pulang, dan ini menjelaskan mengapa ada kasus burung merpati tak bisa menemukan jalan pulang.


 
Sumber:
adipedia

cara pemeliharaan

JAMU UNTUK MEMPERCEPAT GIRING dan MENAMBAH SETAMINA BURUNG DARA TINGGI / BALAP

JAMU UNTUK MEMPERCEPAT GIRING dan
MENAMBAH SETAMINA BURUNG DARA TINGGI / BALAP
Jamu Tradisional untuk mencegah penyakit dan
meningkatkan daya tahan tubuh merpati tinggian.
Diminum waktu bongkar telur 4 butir dan
waktu burung kerja setelah dilatih diminumkan 2butir
(tiap hari) setiap sore dan untuk betina 2butir (2hari sekali).
untuk cepat giring dimunum selama 5 hari 2 butir
untuk pejantan dan betina 1butir
Pada saat merpati tinggian latihan diberikan tiap malam dan dalam
kondisi istirahat cukup berikan 2 – 3 hari sekali 1 butir.
ISI 50btr
KEGUNAAN / INDIKASI JAMU INI :
Menambah setamina burung
Menambah tenaga burung menjadi sehat ,
Menambah kencang burung
Menambah kekuatan napas
Menambah nafsu makan
Mencegah Goham
Terbang jadi enteng
Menambah mental turun burung
Bikin burung giring kencang
Bikin burung cepat betelur,,,dll.
Tanbahkan seminggu sekali :
- Minyak ikan
- Vitmin A
- Vitamin B komplek
- Vitamin C

JAMU UNTUK MEMPERCEPAT GIRING dan MENAMBAH SETAMINA BURUNG DARA TINGGI / BALAP

JAMU UNTUK MEMPERCEPAT GIRING dan
MENAMBAH SETAMINA BURUNG DARA TINGGI / BALAP
Jamu Tradisional untuk mencegah penyakit dan
meningkatkan daya tahan tubuh merpati tinggian.
Diminum waktu bongkar telur 4 butir dan
waktu burung kerja setelah dilatih diminumkan 2butir
(tiap hari) setiap sore dan untuk betina 2butir (2hari sekali).
untuk cepat giring dimunum selama 5 hari 2 butir
untuk pejantan dan betina 1butir
Pada saat merpati tinggian latihan diberikan tiap malam dan dalam
kondisi istirahat cukup berikan 2 – 3 hari sekali 1 butir.
ISI 50btr
KEGUNAAN / INDIKASI JAMU INI :
Menambah setamina burung
Menambah tenaga burung menjadi sehat ,
Menambah kencang burung
Menambah kekuatan napas
Menambah nafsu makan
Mencegah Goham
Terbang jadi enteng
Menambah mental turun burung
Bikin burung giring kencang
Bikin burung cepat betelur,,,dll.
Tanbahkan seminggu sekali :
- Minyak ikan
- Vitmin A
- Vitamin B komplek
- Vitamin C
http://jamumerpati.wordpress.com/2012/07/04/jamu-untuk-mempercepat-giring-dan-menambah-setamina-burung-dara-tinggi-balap/

Melatih merpati piyik untuk tinggian

Berdasar pada pengalaman melatih piyik merpati itu sulit tetapi akan mudah jika kita menyenanginya. Pertama-tama anda telah mempunyai piyik dari terah tinggian yang cukup handal, tetapi tidak perlu dari terah terkenal karena banyak merpati dari terah biasa-biasa saja atau yang anda pelihara dapat menghasilkan anak dengan kualitas yang baik untuk tinggian. Tetapi untuk menjamin agar pelatihan tidak sia-sia, anda sebaiknya melatih piyik dari keturunan yang memang sudah diketahui ketinggian terbang dan cara menukiknya. Biasanya elar 4 sudah mulai bisa dilatih, jenis-jenis latihan yang umum dilakukan adalah:
  1. Dilatih oleh burung yang sudah mapan.
  2. Dilatih tanpa diterbangkan dengan burung lain.
1. Dilatih oleh burung merpati yang telah mapan.
    Artinya burung tersebut akan direkayasa seperti si pelatihnya. Dengan ketinggian terbang yang cukup  menurut anda maka  seekor burung  merpati dapat menjadi pelatih seekor piyik merpati. Sifat-sifat dari burung pelatih yang ideal:
  • Tidak galak saat diterbangkan berpasangan.
  • Akan selalu mengikuti kemana pasangannya terbang.
  • Saat dilepas, langsung terbang mengintari tempat diterbangkan sampai pada ketinggian tertentu, baru menuju pulang.
  • Sudah terlatih dengan jarak pendek atau jarak jauh dan dari berbagai arah.
  • Dapat menukik 90 derajat atau maksimal 75 derajat.
  • Tidak pernah turun kalau tidak dikelepek betinanya.
Memulai latihan.
Melatih piyik merpati tinggian akan lebih efektif dilatih oleh burung merpati tinggi yang sedang tidak giring. Karena burung pelatih tidak giring cenderung akan terbang lebih lama karena tidak sedang memikirkan betinanya. Sama halnya dilatih dengan burung yang sedang mengerami telur, sudah pasti burung pelatih ini akan langsung pulang  karena ingin segera mengerami telurnya.
  • Lakukan latihan teratur dengan memilih pelatih yang memenuhi syarat diatas. Setidaknya burung pelatih "dapat terbang mengintari tempat diterbangkan sampai pada ketinggian tertentu baru pulang" ini sudah cukup.
  • Pilh waktu yang tepat, seperti pagi hari. Karena kalau sore hari burung yang dilatih ngadat alias tidak mau pulang, kita akan susah untuk menuntun pulang nya.
  • Untuk keamanan sebaiknya membawa pelatih cadangan. Jika pelatih meninggalkan piyik, segera lepaskan pelatih kedua untuk menuntun piyik pulang.
  • Jangan menambah jarak tempuh jika burung mulai kebingungan untuk pulang.
  • Perlu diperhatikan jika piyik terlihat tahu jalan untuk pulang, anda harus ingat bahwa piyik tersebut dituntun oleh pelatih.
  • Latihan dengan menggunakan pelatih tidak harus terus-menerus menggunakan pelatih, sekali-kali piyik perlu dicoba untuk diterbangkan sendiri. Terbangkan piyik mulai 50 meter dari kandang jika piyik tersebut pernah dicoba terbang dengan jarak 200 meter dengan pelatih.
2. Dilatih tanpa diterbangkan dengan burung merpati lain.    Artinya burung tersebut dilatih sendirian tanpa menggunakan burung lain sebagai penuntun. Ini akan memakan waktu yang lama dan hasilnya kurang memuaskan. Tetapi dalam beberapa hal bisa saja latihan sendirian bisa lebih baik. Ada beberapa cara melatih terbang sendiri antara lain:
  • Dilatih bertahap dari mulai dilepas dari jarak 20 meter dari kandang latihan setiap pagi. Latihan ini cukup dilakukan 1 x sehari, karena burung yang tidak mempunyai pasangan akan sulit ditangkap untuk dilatih.
  • Terbangkan dari berbagai arah seperti barat, timur, selatan, utara. Ini sangat penting karena setiap saat burung merpati dapat tersesat saat akan pulang. Dengan variasi arah penerbangan diharapkan merpati akan hapal betul daerah nya.
  • Latihan bertahap dengan penambahan jarak kurang lebih 20 meter disetiap peningkatan jarak.
  • Jangan menambah jarak jika burung yang dilatih terlihat mulai kebingungan untuk pulang. Jika ini terjadi maka burung harus dilatih ulang mulai dari setengah jarak terjauh yang pernah di tempuh. 
  • Untuk jarak lebih dari 200 meter sebaiknya anda membawa burung pelatih untuk petunjuk jalan. jika piyik tersebut mulai terlihat tersesat, segera lepaskan burung pelatih untuk menuntun piyik pulang. Dan usahakan dalam melatih untuk membawa burung yang sudah mapan.
  • Sampai elar 2 biasanya piyik bisa dilatih sampai 5 km atau lebih.
  • Dengan latihan yang rutin anda akan mendapatkan burung yang sesuai dengan harapan anda.
Catatan :
  1. Elar 1 sebaiknya sudah mulai dicarikan jodohnya, karena dengan elar1 jika memang latihannya berhasil sudah bisa dianggap burung tersebut sudah jadi.
  2. Burung tinggi jangan sekali-kali dikelepek jika memang tidak giring, kalau memang berniat diterbangkan biarkan saja dia turun sendiri tanpa dikelepek.
  3. Jika bulu ujung sayap telah lepas, sebaiknya burung tersebut di istirahatkan atau biarkan kalau dia terbang untuk sekedar bermain disekitar kandangnya.
  4. Berikan makan hanya sekali disore hari kecuali minum bisa sampai 5 x sehari. Dengan memberikan jadwal yang sesuai diharapkan anda tidak repot untuk memberi makan burung.
  5. Dalam saat tertentu seperti terlihat banyak burung kecil seperti burung walet beterbangan, sebaiknya latihan  tidak dilakukan  karena menurut pengalaman  setiap terlihat burung kecil beterbangan  burung yang telah mapan pun  bisa hilang.
  6. Perhatikan jumlah latihan yang diberikan jangan berlebihan. Karena latihan berlanjut dan teratur adalah hal terbaik buat burung merpati. Setiap merpati mempunyai kelebihan dan kekurangan, anda harus faham dengan itu. Bagai mana cara memahaminya? jika anda perhatikan dengan baik setiap merpati peliharaan anda, anda akan faham dengan sendirinya.
2. Dilatih oleh induknyaSaat piyik sudah bisa terbang, sang piyik biasa mengikuti induknya. Pada kesempatan seperti ini dapat juga dijadikan sarana untuk melatih piyik agar latihan terbang. Biarkan piyik terbang dengan sendirinya dengan induknya tanpa harus ditangkap lalu diterbangkan. Semakin sering piyik terbang dengan induknya semakin baik sang piyik mengenali arah kandangnya. Dengan demikian kita dengan mudah melatih piyik untuk mengenali lingkungan kandangnya. Tapi jangan lupa untuk sering memegang piyik tersebut agar jinak. 

Pelatihan Awal Merpati tinggi

Pelatihan awal Merpati Tinggi

sekarang saya akan menuliskan cara melatih merpati tinggi Hal ini juga sangat penting karena meski kita punya merpati anakan jawara, kalau dia tidak dibesarkan dalam pelatihan yang baik dan benar, maka mustahil bakal menjadi jawara.

PELATIHAN:
Sehari setelah teloran kedua atau sebulan kemudian merpati tinggi sudah bisa berlatih di halaman atau lapangan. Namun bila pasangan betina belum bertelor, disarankan tidak langsung mencoba si jantan berlatih. Karena keduanya pasti belum ngeket. Jika dipaksa berlatih, si jantan bakal kabur.
Umumnya waktu latihan dipilih sesudah merpati tinggi dijemur, sekitar pukul 11 siang. Latihan itu dimulai dengan menyiapkan 2 kandang kecil. Masing-masing kandang dipisahkan  Masukan kedua merpati tinggi ke dalam kandang, Si jantan kemudian dibiarkan lepas sesaat untuk beradaptasi dan kemudian menghampiri betina.
Mintalah salah satu perawat untuk menerbangkan si jantan jangan terlalu jauh jarak terbangannya. Caranya bila si jantan terbang melewati kepala baru di kelepakan betina sampai sayapnya mengembang penuh. Jika giring, si jantan akan akan berani turun langsung. Latihan ini dilakukan 1-2 hari dengan frekuensi 4-5 kali.
Bila si jantan semakin giring, biasanya setelah teloran ke-3, jarak terbang ditambah sekitar 200-500 meter. Hal ini dapat dilakukan asal si burung cerdas. Latihan ini diberikan selama 3-4 hari dengan frekuensi antara 2-5 kali.